Senin, 11 Juni 2012

Geliat Mobil esemka

Ditengah-tengah gencarnya produk impor yang beredar di Indonesia kita dikejutkan dengan munculnya produk otomotif buatan anak negeri yaitu mobil esemka. Mobil yang dibuat oleh anak-anak dari SMK jurusan otomotif dari kota solo tepatnya SMKN 1 singosari (kabupaten Maalang, Jawa Timur) SMK Warga Surakarta (Jawa Tengah), SMKN 5 Surakarta, dan SMK Muhammadiyah 2 Borobudur (Magelang, Jawa Tengah) telah dipilih oleh wali kota solo untuk menggantikan mobil dinasnya. Mereka juga mengandeng bengkel kiat Motor klaten untuk menciptakan sebuah karya yang sangat membanggakan. Produk yang mereka buat tersebut disebut sebagai esemka rajawali




Spesifikasi Esemka Rajawali Buatan Indonesia
o Panjang : 5.035 mm
o Lebar : 1.690 mm
o Tinggi : 1.630 mm
o Bahan Bakar : Bensin
o kapasitas Mesin : 1.500 cc SOHC 4 silinder + multi point injection
o Transmisi : 6 (1-2-3-4-5-R)
o Max Speed : 180 Km/jam
o Max. Output : 105HP / 5.500 rpm
o Max Torque : 145 Nm / 4.100 RPM
o Power Stearing
o Central Lock System
o Power Windows
o Parking Censor
o Air Conditioner Dual Zone
o Audio System + CD
o Daya Tampung 7 Penumpang + Supir

Kesalahan dalam penalaran (Tugas 3)

Kesalahan Penalaran

Salah nalar dapat terjadi di dalam proses berpikir utk mengambil keputusan. Hal ini terjadi karena ada kesalahan pada cara penarikan kesimpulan. Salah nalar lebih dari kesalahan karena gagasan, struktur kalimat, dan karena dorongan emosi.

Salah nalar ada dua macam:
1. Salah nalar induktif, berupa
(1) kesalahan karena generalisasi yang terlalu luas,
(2) kesalahan penilaian hubungan sebab-akibat,
(3) kesalahan analogi.

2. Kesalahan deduktif dapat disebabkan karena:
(1) kesalahan karena premis mayor tidak dibatasi;
(2) kesalahan karena adanya term keempat;
(3) kesalahan karena kesimpulan terlalu luas/tidak dibatasi;
(4) kesalahan karena adanya 2 premis negatif.

Jenis – jenis salah nalar

1.Deduksi yang salah : Simpulan dari suatu silogisme dengan diawali premis yang salah atau tidak memenuhi persyaratan.
contoh :
•Kalau listrik masuk desa, rakyat di daerah itu menjadi cerdas.
•Semua gelas akan pecah bila dipukul dengan batu.

2.Generalisasi terlalu luas
Salah nalar ini disebabkan oleh jumlah premis yang mendukung generalisasi tidak seimbang dengan besarnya generalisasi itu sehingga simpulan yang diambil menjadi salah.
Contoh :
•Setiap orang yang telah mengikuti Penataran P4 akan menjadi manusia Pancasilais sejati.
•Anak-anak tidak boleh memegang barang porselen karena barang itu cepat pecah.

3.Pemilihan terbatas pada dua alternatif
Salah nalar ini dilandasi oleh penalaran alternatif yang tidak tepat dengan pemilihan jawaban yang ada.
Contoh :
•Orang itu membakar rumahnya agar kejahatan yang dilakukan tidak diketahui orang lain.

4.Penyebab Salah Nalar
Salah nalar ini disebabkan oleh kesalahan menilai sesuatu sehingga mengakibatkan terjadinya pergeseran maksud.
Contoh:
•Broto mendapat kenaikan jabatan setelah ia memperhatikan dan mengurusi makam leluhurnya.
•Anak wanita dilarang duduk di depan pintu agar tidak susah jodohnya.

5.Analogi yang Salah
Salah nalar ini dapat terjadi bila orang menganalogikan sesuatu dengan yang lain dengan anggapan persamaan salah satu segi akan memberikan kepastian persamaan pada segi yang lain.
Contoh:
•Anto walaupun lulusan Akademi Amanah tidak dapat mengerjakan tugasnya dengan baik.

6.Argumentasi Bidik Orang
Salah nalar jenis ini disebabkan oleh sikap menghubungkan sifat seseorang dengan tugas yang diembannya.
Contoh:
•Program keluarga berencana tidak dapat berjalan di desa kami karena petugas penyuluhannya memiliki enam orang anak.


Sumber : http://seckerfers.wordpress.com/2011/10/28/salah-nalar/

Metode Penalaran (Tugas 2)

Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.

Penalaran Induktif dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :

1.Generalisasi
Proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu inferensi yang bersifat umum yang mencakup semua fenomena tersebut.

Generalisasi terdiri dari 2 jenis, yaitu :
1. Loncatan induktif : fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada.
Contoh Generalisasi:
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan, emas memuai.
Jika dipanaskan, platina memuai
Jadi, jika dipanaskan, logam memuai.
2. Tanpa loncatan induktif : Fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada.

2.Analogi
Sebuah penalaran yang melakukan penarikan kesimpulan berdasarkan kesamaan dakta yang ada

Tujuan dari Analogi adalah :
•Meramalkan kesamaan
•Menyingkapkan kekeliruan
•Menyusun sebuah klasifikasi.

Contoh analogi:
Ayu adalah anggota dari kelas 3ka21.
Ayu mendapat IPK yang tinggi
Ami adalah anggota dari kelas 3ka21
Oleh sebab itu, Ami juga mendapat IPK yang tinggi


3.Hubungan Kausal
Penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.

Hubungan kausal dapat terjadi dalam tiga pola:
•Sebab ke akibat : mula-mula bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai sebab yang sudah diketahui, kemudian bergerak maju menuju pada kesimpulan sebagai akibat yang terdekat.
•Akibat ke sebab : suatu proses berpikir yang bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai akibat yang diketahui, kemudian bergerak menuju ke sebab-sebab yang mungkin telah menimbulkan akibat tersebut.
•Akibat ke akibat : suatu proses penalaran yang bertolak dari suatu akibat menuju akibat yang lain, tanpa menyebut atau mencari sebab umum yang menimbulkan kedua akibat itu.



METODE DEDUKTIF

Metode Deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Macam-macam silogisme;
•Silogisme kategoris: terdiri dari proposisi-proposisi kategoris.
Contoh :
Semua makhluk hidup akan mati
Semua manusia adalah makhluk hidup
Jadi, semua manusia akan mati.
•Silogisme hipotesis: salah satu proposisinya berupa proposisi hipotesis.
Contoh :
Premis Mayor : Jika tidak turun hujan, maka panen akan gagal
Premis Minor : Hujan tidak turun
Konklusi : Sebab itu panen akan gagal.
•Silogisme Alternatif : pemecahan masalah/pengambilan kesimpulan/keputusan akhir.
Contoh :
Premis Mayor : Rudi berada di Bandung atau Jakarta
Premis Minor : Rudi berada di Bandung
Konklusi : Sebab itu, Rudi tidak berada di Jakarta.


Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://nurhanifah-hani.blogspot.com/2012/03/metode-penalaran-tugas-2-bhs-indonesia.html

Definisi Penalaran (Tugas 1)

DEFINISI PENALARAN


Penalaran(reasoning).Penalaran adalah bentuk tertinggi dari pemikiran, dan sebab itu lebih rumit dibanding pengertian dan proporsisi.
Apa itu penalaran ? secara sederhana penalaran dapat didefinisikan sebagai proses pengambilan kesimpulan berdasarkan proposisi-proposisi yang mendahuluinya.

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Beberapa definisi Penalaran menurut para ahli:

•Keraf (1985: 5) berpendapat bahwa Penalaran adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta, petunjuk atau eviden, menuju kepada suatu kesimpulan.
•Bakry (1986: 1) menyatakan bahwa Penalaran atau Reasoning merupakan suatu konsep yang paling umum menunjuk pada salah satu proses pemikiran untuk sampai pada suatu kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui.
•Suriasumantri (2001: 42) mengemukakan secara singkat bahwa penalaran adalah suatu aktivitas berpikir dalam pengambilan suatu simpulan yang berupa pengetahuan.



Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran

Minggu, 27 November 2011

Tugas 3 Bahasa Indonesia

1. Data Publikasi
a. Judul : Sepeda di mana-mana
b. Penulis : Firman Firdaus
c. Penerbit : national geographic
d. Website : http://areahijau.blog.nationalgeographic.co.id/2011/01/sepeda-di-mana-mana/
e. Tanggal : 12 Januari 2011
f. Tema : Lingkungan

2. Sinopsis
Jika mendengar kata sepeda mungkin yang langsung terlintas dipikiran kita adalah suatu alat transportasi non mesin yang memiliki 2 roda. Dibeberapa Negara gaya hidup bersepeda sudah mulai terlihat jelas atau bisa disebut sedang “booming”, hal ini dapat terlihat dari pertumbuhan jumlah sepeda yang jauh melampaui pertumbuhan kendaraan bermotor seperti mobil. Sebagai contoh di negara Italia, China, Belanda , Denmark dan Jerman. Seperti yang diliput oleh Data Earth Policy Institute, produksi sepeda dunia sebesar 94 juta per tahun dalam kurun 1990-2002 telah meningkat menjadi 130 juta pada tahun 2007 melampaui produksi mobil yang sebesar 70 juta.
Di dalam Tanah Air sebuah komunitas atau klub sepeda Kompas-Gramedia telah memiliki anggota lebih dari seratus orang. Sebenarnya alasan yang sering terlontar jika ditanyakan mengapa lebih memilih sepeda sebagai alat transportasi adalah karena sepeda lebih ramah akan lingkungan dengan menekan jumlah emisi karbon. Selain itu, alasan klasik lainnya adalah untuk kesehatan, karena bersepeda dapat mengurangi penyakit-penyakit kardiovaskuler, osteoporosis, arthritis, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Tetapi ada juga yang hanya mengikuti tren dan gaya hidup yang sedang booming saja.
Tentunya sepeda memiliki tingkat efisiensi yang lebih dibandingkan mobil, karena sepeda tidak terlalu memerlukan tempat yang luas dalam penyimpanan dan juga tidak terlalu memerlukan jalur yang luas, jika dilihat dari sisi efisiensinya enam sepeda bisa termuat dalam lajur jalan yang digunakan oleh satu mobil. Belum lagi untuk parkir, satu spasi parkir untuk satu mobil bisa digunakan untuk memarkir 20 sepeda. Tetapi mungkin para pesepeda harus menunggu lebih sabar untuk mendapatkan infrastruktur yang memadai dalam kenyamanan bersepeda ditempat umum karena pemerintah masih harus berfikir dan bekerja keras bahkan hanya untuk memperbaiki sarana umum yang paling dasar, jalur pejalan kaki. Sebelum memenuhi kebutuhan para pesepeda

3. Keunggulan
Artikel Sepeda di mana-mana mengangkat tema yang sangat menarik pembaca karena penulis menjelaskan fenomena bersepeda yang sedang “ngetren” saat ini. Penulis menjabarkan perkembangan produksi sepeda yang terjadi dibeberapa Negara. Selain itu, penulis juga menuliskan beberapa alasan yang sering dikemukakan oleh masyarakat mengapa lebih memilih sepeda untuk alat transportasi dan juga beberapa manfaat yang di dapat jika menggunakan sepeda, seperti mengurangi emisi gas dan meningkatkan kesehatan. Setelah membaca artikel ini pembaca jadi lebih mengetahui tentang perkembangan komunitas pesepeda dibeberapa Negara dan kendala apa saja yang dihadapi oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan para pesepeda dijalan. Selain itu, pembaca juga lebih mengetahui manfaat memilih sepeda sebagai alat transportasi untuk lingkungan dan untuk kesehatan pribadi.

4. Kelemahan
Penjelasan yang dikemukakan oleh penulis masih menggunakan kata-kata istilah dalah bahasa inggris dan kata-kata dalam bidang kesehatan seperti “grand design” ,“apple to apple” dan “mereduksi obesitas” sehingga pembaca merasa kesulitan dalam memahami makna dalam kalimat tersebut yang disampaikan oleh penulis.

5. Pendapat Akhir
Perkembangan yang pesat pesepeda bisa dibilang dapat membantu dalam mengurangi emisi gas yang terjadi dan juga dapat meningkatkan kesehatan tetapi selain itu juga harus dipikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan para pesepeda ditempat umum. Tetapi hal ini masih kurang efektif jika seseorang memiliki tempat kerja yang jauh dari tempat tinggalnya sehingga masih sangat bergantung dengan kendaraan bermotor untuk mencapai tempat kerjanya

6. Lampiran
Sepeda di mana-mana

DAPATKAH Anda merasakan bahwa belakangan ini di Indonesia—bahkan mungkin di seluruh dunia—sedang terjadi pertumbuhan jumlah pengguna sepeda? Saya dapat. Setidaknya orang-orang terdekat dalam lingkungan pekerjaan dan sekitar rumah saya begitu menggandrungi sepeda dan secara rutin melakukan perjalanan bersepeda.
Meski belum ada data resmi soal jumlah pengguna sepeda reguler di Tanah Air, fenomena yang terjadi setidaknya 2-3 tahun terakhir menunjukkan booming sepeda.
Surat kabar terbesar Indonesia, Kompas, juga memotret momentum ini dan menjadikannya tema utama ulang tahun mereka yang ke-45 tahun lalu. Kelompok Kompas-Gramedia bahkan memiliki klub bersepeda beranggotakan lebih dari seratus orang, dan cukup aktif menyelenggarakan acara bersepeda.
Data Earth Policy Institute menyebut, produksi sepeda dunia sebesar 94 juta per tahun dalam kurun 1990-2002 telah meningkat menjadi 130 juta pada 2007, melampaui produksi mobil yang sebesar 70 juta. Di beberapa negara, pertumbuhan jumlah penjualan ini dibantu oleh anjuran pemerintahnya—disertai insentif menarik—untuk menggunakan sepeda. Contohnya, pada 2009 pemerintah Italia mulai meluncurkan serangkaian program insentif untuk mendorong pembelian sepeda untuk memperbaiki kualitas udara perkotaan dan mengurangi jumlah mobil di jalan, dengan memberikan potongan 30 persen dari setiap harga sepeda.
China juga menunjukkan peningkatan volume sepeda. Pada 2007, jumlahnya mencapai 90 juta, tetapi kini menyentuh 430 juta, meski tingkat kepemilikan rata-rata masih lebih tinggi di Eropa. Di Belanda, satu orang punya lebih dari satu sepeda, dan sebanyak 27 persen dari seluruh perjalanan menggunakan sepeda. Sementara Denmark dan Jerman mendekati satu sepeda per orang, dengan persentase perjalanan sepeda 18 persen (Denmark) dan 10 persen (Jerman).
Capaian-capaian tersebut tentu saja memiliki sebab-sebab. Belanda, Denmark, dan Jerman sebelumnya telah menyiapkan infrastruktur yang bersahabat terhadap para pesepeda: parkir khusus sepeda, integrasi penuh dengan transportasi umum, edukasi lalu lintas yang komprehensif dan pelatihan bagi pesepeda. Di sisi lain, hal ini pula yang membuat negara besar lain seperti Amerika Serikat dan Inggris memiliki tingkat pengguna sepeda yang rendah: karena minimnya “grand design” dan kebijakan untuk itu, meski mereka sepertinya juga sedang menuju ke sana.
Sebagai sebuah moda transportasi personal, sepeda memang cukup ideal. Apa lagi jika dikaitkan dengan isu lingkungan dan kesehatan. Bersepeda bisa memperbaiki sistem pernapasan, menurunkan polusi udara, mereduksi obesitas, meningkatkan kebugaran fisik. Sepeda juga tidak—secara langsung—mengemisikan karbon dioksida. Saya tulis “secara langsung” karena saya yakin sebenarnya pada tingkat tertentu proses produksi satu buah sepeda pasti memiliki jejak karbon sendiri. Satu hal yang paling penting kenapa sepeda menjadi begitu populer: secara umum harganya terjangkau oleh jutaan orang yang tidak sanggup membeli mobil.
Mengingat bentuknya yang ringkas (dan kini juga menjamur sepeda lipat yang bisa dibuat lebih ringkas lagi), enam sepeda bisa termuat dalam lajur jalan yang digunakan oleh satu mobil. Belum lagi untuk parkir: satu spasi parkir untuk satu mobil bisa digunakan untuk memarkir 20 sepeda. Efisiensi sepeda dalam hal emisi karbon sebagai substituen mobil untuk perjalanan pendek adalah akar pangkat tiga dibandingkan emisi dari mobil.
Membandingkan efisiensi sepeda dengan mobil mungkin terkesan tidak “apple-to-apple“. Akan tetapi, tidak bisa tidak, jika ingin meninjaunya dari sisi upaya penekanan jumlah emisi karbon atau okupasi lahan publik, pembandingan ini mestilah dilakukan.
Dan seperti yang sudah saya singgung di atas, efisiensi sepeda bukan hanya berefek pada lingkungan, melainkan juga kesehatan. Sepeda sangat ideal untuk mengembalikan keseimbangan asupan kalori dan pengeluaran rutin seseorang untuk biaya kesehatan: mengurangi penyakit-penyakit kardiovaskuler, osteoporosis, arthritis, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Jika negara-negara Eropa (dan China) sudah menyiapkan infrastruktur yang memadai untuk menyambut ledakan sepeda—dan ledakan pertumbuhan ekonomi baru—bagaimana dengan Indonesia?
Kita masih perlu berpikir dan bekerja keras bahkan hanya untuk memperbaiki sarana umum yang paling dasar: jalur pejalan kaki. Hampir seluruh trotoar ibu kota (kecuali jalur protokol Sudirman-Thamrin) sudah diokupasi oleh pedagang dan…motor. Di sebuah jalan utama di Jakarta Barat, trotoar bahkan diratakan untuk menjadi bagian dari lahan parkir sebuah restoran besar, membuat pejalan kaki mesti berhati-hati jika melintas di situ, atau terkena risiko terserempet mobil.
Artinya, terlepas dari menjamurnya pengguna sepeda, pemangku kebijakan sepertinya tidak bisa terburu-buru memenuhi kebutuhan pesepeda sebelum kebutuhan paling hakiki dari jalan, yakni trotoar, dibenahi.
Hal lain yang juga menjadi perhatian saya adalah menjaga paradigma bahwa sepeda adalah modal pengganti kendaraan bermotor. Artinya, penggunaan sepeda idealnya bersifat substitutif, bukan sekadar adisional. Memang, tidak dapat dipungkiri, lanskap dan tata kota di Jakarta kerap memaksa orang memiliki rumah yang jauh dari tempat bekerja, sehingga amatlah berat (walau bukan tidak mungkin) jika orang yang tinggal di Bekasi, misalnya, mesti menggunakan sepeda sehari-hari ke kantor di Kebon Jeruk.
Risiko dari menganggap sepeda sebatas pada moda adisional membuat upaya pengurangan emisi karbon seperti sia-sia, karena pada kenyataannya mereka masih bergantung pada mobil atau motornya untuk perjalanan sehari-hari. Lebih buruk lagi, seperti fenomena yang kerap saya amati, jika sepeda hanya berfungsi sebagai bagian dari tren dan gaya hidup sehingga para pesepeda lebih sering disibukkan oleh gonta-ganti aksesoris dan memikirkan rencana jalan-jalan.

Minggu, 06 November 2011

Tugas Bahasa Indonesia Kesalahan Diksi

Film trilogi "The Lord of the Rings", yang meraih 17 Oscar, menjadikan Selandia Baru sebagai salah satu tujuan berlibur dunia yang wajib dikunjungi. Selandia Baru memiliki segudang pemandangan dan tempat wisata lainnya yang mampu memanjakan mata Anda, seperti ditulis oleh Express on Sunday asal Inggris: "Jika saja lokasi film bisa mendapatkan Oscar, Selandia Baru akan memenangkannya."

Tetapi Selandia Baru tidak melulu soal lokasi pengambilan film dan bungy jumping (yang ngomong-ngomong, merupakan tradisi suku Kiwi). Negara termuda dunia ini masih kental dengan kekayaan alam dan aset wisata lainnya yang menjadikannya sempurna sebagai tempat berlibur.




Dengan ruang terbuka yang sangat luas, lanskap pegunungan, pantai-pantai menawan, iklimnya pun hangat serta pemandangan alam yang indah. Dengan segala kesempurnaan ini, para pasangan baru yang ingin berbulan madu, penikmat petualangan sampai keluarga yang berlibur bisa pergi ke negeri ini, karena Selandia Baru bisa membuat terbuai.

Kota wisata Queenstown adalah salah satu dari lebih 150 lokasi tempat sutradara Peter Jackson melakukan syuting film Hollywood-nya. Di kota ini terdapat danau empat musim kebanggaan New Zealand dan tempat penginapan pegunungan. Terletak di tepi Danau
Wakatipu, tempat ajaib ini akan membawa imajinasi Anda melayang, meningkatkan gairah hidup dan semangat Anda.

Sejarah kawasan ini terkait dengan emas. Pada 1862, dua orang pencukur domba ’ketiban rezeki’ emas di tepi Sungai Shotover. Kemudian, kota yang hidup karena penambangan emas itu diberi nama Queenstown karena "..cocok untuk Ratu Victoria."

Kegiatan petualangan seperti olahraga di salju, bungy jumping, perahu jet, berkuda dan arung jeram. Anda juga dapat memanjakan diri saat berlibur sambil mencicipi makanan dan anggur, berperahu di danau, perawatan spa, belanja di butik dan bermain golf.

Queenstown penuh dengan restoran, klub malam dan kafe dan petualangan lainnya, serta penuh dengan aktivitas semangat. Selama bertahun-tahun, kota ini telah cukup banyak melakukan perluasan di bidang pariwisata lain, termasuk perkebunan anggur, galeri seni, kesenian jalanan dan program menantang dari olahraga golf.


Kesalahan

1. Kesalahan : Selandia Baru memiliki segudang pemandangan
Perbaikan : Selandia baru memiliki banyak pemandangan
Analisis : Segudang dimaksudkan untuk menunjuk kata banyak

2. Kesalahan : Tetapi Selandia Baru tidak melulu soal lokasi pengambilan film
Perbaikan : Tetapi Selandia Baru tidak selalu menjadi lokasi pengambilan film
Analisis : Penggunaan kata “melulu” dapat digantikan dengan kata selalu

3. Kesalahan : yang ngomong-ngomong, merupakan tradisi suku Kiwi
Perbaikan : yang merupakan tradisi suku Kiwi
Analisis : kata “ngomong-ngomong” bisa tidak digunakan dalam kalimat tersebut, hanya digunakan untuk kalimat penjelas

4. Kesalahan : Dengan ruang terbuka yang sangat luas, lanskap pegunungan, pantai-pantai menawan, iklimnya pun hangat serta pemandangan alam yang indah

Perbaikan : Dengan ruang terbuka yang sangat luas, pemandangan pegunungan, pantai-pantai menawan, iklimnya pun hangat serta pemandangan alam yang indah

Analisis : Kata lanskap merupakan serapan dari bahasa inggris yang artinya pemandangan


5. Kesalahan : Negara termuda dunia ini masih kental dengan kekayaan alam
Perbaikan : Negara termuda dunia masih memiliki kekayaan alam yang berlimpah
Analisis : Kata kental disini bermakna memiliki kekayaan yang berlimpah

6. Kesalahan : dua orang pencukur domba ’ketiban rezeki’ emas di tepi Sungai Shotover.
Perbaikan : dua orang pencukur domba itu menemukan emas di tepi Sungai Shotover
Analisis : Kata “ketiban rejeki” tidak baku, masih dapat digantikan dengan kata menemukan

7. Kesalahan : Kota wisata Queenstown adalah salah satu dari lebih 150 lokasi tempat sutradara Peter Jackson melakukan syuting film Hollywood-nya.

Perbaikan : Kota wisata Queenstown adalah salah satu dari lebih 150 lokasi tempat sutradara Peter Jackson melakukan pengambilan gambar pada film Hollywood-nya.

Analisis : Kata syuting merupakan serapan dari bahasa inggris

Senin, 10 Oktober 2011

ALAT DISPLAY PADA KOMPUTER

Monitor komputer adalah salah satu jenis soft-copy device, karena keluarannya adalah berupa sinyal elektronik, dalam hal ini berupa gambar yang tampil di layar monitor. Gambar yang tampil adalah hasil pemrosesan data ataupun informasi masukan. Monitor memiliki berbagai ukuran layar seperti layaknya sebuah televisi. Tiap merek dan ukuran monitor memiliki tingkat resolusi yang berbeda. Resolusi ini lah yang akan menentukan ketajaman gambar yang dapat ditampilkan pada layar monitor. Jenis-jenis monitor saat ini sudah sangat beragam, mulai dari bentuk yang besar dengan layar cembung, sampai dengan bentuk yang tipis dengan layar datar (flat).

monitor Tabung sinar kathoda


Tabung sinar katoda (bahasa Inggris: cathode ray tube atau CRT), ditemukan oleh Karl Ferdinand Braun, merupakan sebuah tabung penampilan yang banyak digunakan dalam layar komputer, monitor video, televisi dan oskiloskop. CRT dikembangkan dari hasil kerja Philo Farnsworth yang dipakai dalam seluruh pesawat televisi sampai akhir abad 20, dan merupakan dasar perkembangan dari layar plasma, LCD dan bentuk teknologi TV lainnya.


Versi paling awal CRT adalah sebuah dioda katoda-dingin, sebuah modifikasi dari tabung Crookes (lihat sinar-X) dengan layar dilapisi fosfor, kadangkala dinamakan tabung Braun. Versi pertama yang menggunakan kathoda panas dikembangkan oleh J.B. Johnson (yang merupakan asal istilah noise Johnson) dan H.W. Weinhart dari Western Electric dan menjadi produk komersial pada 1922.
Sinar katoda adalah aliran elektron kecepatan tinggi yang dipancarkan dari katoda yang dipanasi oleh elemen pemanas (heater) didalam sebuah tabung vakum.
Dalam tabung sinar katoda, elektron-elektron secara terarah, diarahkan menjadi pancaran elektron, dan pancaran elektron ini difokuskan dengan alat "defleksi yoke" oleh medan magnetik untuk diarahkan kearah posisi Horisontal dan Vertikal untuk men"scan" permukaan di ujung pandang (anode), yang sebaris dengan bahan berfosfor (biasanya berdasar atas logam transisiatau rare earth. Ketika elektron menyentuh material pada layar ini, maka elektron akan menyebabkan timbulnya cahaya. Untuk keperluan layar CRT ini supaya fosfor berpendar atau bercahaya diperlukan tegangan tinggi yaitu sekitar 25 Kilo Volt sampai 27 Kilo Volt dibangkitkan oleh alat yang bernama Flayback.
Sebelum elektron ini menyentuh fosfor, dilayar tabung kaca elektron-elektron itu menembus pelat yang sangat tipis yang berlobang-lobang disebut skrin yang hampir sama luasnya dengan lebar layar tabung untuk memfokuskan tiga bintik warna RGB ( Red, Green, Blue ) untuk tabung layar warna. Pelat logam ini sangat tipis dan peka terhadap mangnit, jika magnit kuat akan merubah bentuk pelat ini sehingga tidak rata dan terjadilah warna yang semburat dan acak kerena tembakan elektron tidak terfokus pada ketiga titik bintik-bintik RGB, dan kejadian ini disebut degausing.
Secara teori, CRT dan LCD memiliki perbedaan di mana CRT menggunakan elektron yang ditembakkan ke layar sehingga mewarnai menjadi suatu gambar. LCD memiliki cahaya di belakang yang konstan di mana intensitas kecerahan menjadi berbeda karena adanya penutupan/penghalangan dari molekul untuk sinar yang melewati panel.

monitor LCD

Penampil kristal cair (Inggris: liquid crystal display; LCD) adalah suatu jenis media tampilan yang menggunakan kristal cair sebagai penampil utama. LCD sudah digunakan di berbagai bidang misalnya dalam alat-alat elektronik seperti televisi, kalkulator ataupun layar komputer. Kini LCD mendominasi jenis tampilan untuk komputer meja maupun notebook karena membutuhkan daya listrik yang rendah, bentuknya tipis, mengeluarkan sedikit panas, dan memiliki resolusi tinggi.
Pada LCD berwarna semacam monitor, terdapat banyak sekali titik cahaya (piksel) yang terdiri dari satu buah kristal cair sebagai sebuah titik cahaya. Walau disebut sebagai titik cahaya, kristal cair ini tidak memancarkan cahaya sendiri. Sumber cahaya di dalam sebuah perangkat LCD adalah lampu neon berwarna putih di bagian belakang susunan kristal cair tadi.
Titik cahaya yang jumlahnya puluhan ribu bahkan jutaan inilah yang membentuk tampilan citra. Kutub kristal cair yang dilewati arus listrik akan berubah karena pengaruh polarisasi medan magnetik yang timbul dan oleh karenanya akan hanya membiarkan beberapa warnaditeruskan sedangkan warna lainnya tersaring.


monitor plasma


Tampilan plasma adalah sebuah tampilan layar datar emisif di mana cahaya dihasilkan oleh phosphor yang tereksitasi oleh sebuah pelepasan muatan plasma antara dua layar datargelas. Gas yang dilepas muatannya tidak mengandung merkuri (berlawanan dengan AMLCD); sebuah campuran gas mulia (neon dan xenon) digunakan. Campuran gas ini sulit bereaksi dan sama sekali tidak berbahaya.

Tampilan plasma diciptakan di Universitas Illinois oleh Donald L. Bitzer dan H. Gene Slottow pada 1964 untuk Sistem Komputer PLATO. Panel monochrome orisinal (biasanya oranyeatau hijau) menikmati penggunaan yang bertambah pada awal 1970-an karena tampilan ini kuat dan tidak membutuhkan sirkuit memori dan penyegaran. Namun diikuti oleh kurangnya penjualan yang dikarenakan perkembangan semikonduktor memori membuat tampilan CRT sangat murah pada akhir 1970-an. Dimulai dari dissertasi PhD Larry Weber dari Universitas Illinois pada 1975 yang berhasil membuat tampilan plasma berwarna, dan akhirnya berhasil mencapai tujuan tersebut pada 1995. Sekarang ini sangat terangnya dan sudut pandang lebar dari panel berwarna plamsa telah menyebabkan tampilan ini kembali mendapatkan kepopulerannya.


monitor OLED

Organic Light-Emitting Diode (OLED) atau dioda cahaya organik adalah sebuah semikonduktor sebagai pemancar cahaya yang terbuat dari lapisan organik. OLED digunakan dalam teknologi elektroluminensi, seperti pada aplikasi tampilan layar atau sensor. Teknologi ini terkenal fleksibel dengan ketipisannya yang mencapai kurang dari 1 mm.

OLED merupakan piranti penting dalam teknologi elektroluminensi. Teknologi tersebut memiliki dasar konsep pancaran cahaya yang dihasilkan oleh piranti akibat adanya medan listrikyang diberikan. Teknologi OLED dikembangkan untuk memperoleh tampilan yang luas, fleksibel, murah dan dapat digunakan sebagai layar yang efisien untuk berbagai keperluan layar tampilan.
Jumlah warna dari cahaya yang dipancarkan oleh piranti OLED berkembang dari satu warna menjadi multi-warna. Fenomena ini diperoleh dengan membuat variasi tegangan listrik yang diberikan kepada piranti OLED sehingga piranti tersebut memiliki prospek untuk menjadi piranti alternatif seperti teknologi tampilan layar datar berdasarkan kristal cair.

Struktur OLED terdiri atas lapisan kaca terbuat dari oksida timah-indium yang berfungsi sebagai elektroda positif atau anoda, lapisan organik dari diamine aromatik dengan ketebalan 750 nm, lapisan pemancar cahaya yang terbuat dari senyawa metal kompleks misalnya 8-hydroxyquinoline aluminium, dan lapisan elektroda negatif atau katoda terbuat dari campuran logam magnesium dan perak dengan perbandingan atom 10:1. Konstruksi keseluruhan lapisan tidak lebih dari 500 nm, artinya OLED sama tipis dengan selembar kertas.

Bagian penting dari piranti OLED adalah lapisan elektroda dan lapisan tipis yang terdiri dari molekul-molekul organik sebagai pemancar cahaya dimana keduanya disusun bertumpuk. Lapisan organik dapat dimendapkan dengan teknik yang relatif sederhana yaitu pelapisan memutar (spin coating) sedangkan lapisan elektroda dimendapkan menggunakan teknikpenguapan (evaporation). Lapisan elektroda dibuat dari bahan logam transparan atau semi-transparan seperti Indium Tin Oxide (ITO) atau aluminium (Al). Sifat transparan memungkinkan cahaya yang terpancar dari struktur piranti keluar secara optimal.

Mekanisme kerja OLED yaitu jika pada elektroda diberikan medan listrik, fungsi kerja katoda akan turun dan membuat elektron-elektron bergerak dari katoda menuju pita konduksi di lapisan organik. Keadaan ini mengakibatkan munculnya lubang (hole) di pita valensi. Anoda akan mendorong lubang untuk bergerak menuju pita valensi bahan organik. Keadaan ini mengakibatkan terjadinya proses rekombinasi elektron dan lubang di dalam lapisan organik dimana elektron akan turun dan bersatu dengan lubang lalu memberikan kelebihan energi dalam bentuk foton cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Pada akhirnya akan diperoleh satu jenis pancaran cahaya dengan panjang gelombang tertentu bergantung pada jenis bahan pemancar cahaya yang digunakan.

Kelebihan
Kehadiran teknologi OLED dengan proses pembuatannya yang unik menggeser posisi teknologi LCD.
 Tampilan OLED baru dan menarik. Layar terbuat dari gabungan warna dalam kaca transparan sangat tipis sehingga ringan dan fleksibel.
 Kemampuan OLED untuk beroperasi sebagai sumber cahaya yang menghasilkan cahaya putih terang saat dihubungkan dengan sumber listrik.
 Konsumsi daya listrik yang rendah dan terbuat dari bahan organik menjadikan OLED sebagai teknologi ramah lingkungan.
 Biaya operasional yang relatif rendah dan proses perakitan yang relatif sederhana dibandingkan LCD. OLED dapat dicetak ke atas substrat yang sesuai dengan menggunakan teknologi pencetak tinta semprot (inkjet printer).
 Memiliki jangkauan wilayah warna, tingkat terang, dan tampilan sudut pandang yang sangat luas. Piksel OLED memancarkan cahaya secara langsung sedangkan LCD menggunakan teknologi cahaya belakang (backlight) sehingga tidak memancarkan warna yang sebenarnya.
 OLED memiliki waktu reaksi yang lebih cepat. Layar LCD memiliki waktu reaksi 8-12 milisekon, sedangkan OLED hanya kurang dari 0.01 ms.
 OLED dapat dioperasikan dalam batasan suhu yang lebih lebar.

Kekurangan
Teknologi OLED di Indonesia pada umumnya masih terbatasi oleh beberapa faktor sehingga harus dikembangkan lebih lanjut.
 Masalah teknis OLED yaitu masa bertahan bahan organik yang terbatas, sekitar 14.000 jam dibandingkan layar datar lain yang bisa mencapai 60.000 jam. Pada tahun 2007, masa bertahan OLED dikembangkan menjadi 198.000 jam.
 Kelembaban dapat memperpendek umur OLED. Bahan kandungan organik di dalam OLED dapat rusak jika terkena air.
 Pengembangan proses segel (improved sealing process) dalam praktik pembuatan OLED dapat membatasi masa bertahan tampilan.
 Dalam piranti OLED multi-warna yang ada sekarang, intensitas cahaya yang dihasilkan untuk warna tertentu belum cukup terang.
 Harga produk yang cenderung mahal sehingga masih belum terjangkau oleh kalangan umum.

Sumber : http://id.wikipedia.org